Sandiaga Sebut TKN Lakukan Politik Uang, Tapi Sulit Mencari Bukti

Winnetnews.com - Sandiaga Uno singgung soal adanya praktik politik uang Pilpres 2019 pada pembukaan simposium 'Mengungkap Fakta Kecurangan Pemilu 2019' di Jakarta Pusat (14/5/2019). Ia menyebut bahwa pihaknya telah mencium aroma politik uang yang tajam berupa amplop-amplop berisi uang untuk 'serangan fajar'. Namun Calon Wakil Presiden nomor urut 02 tersebut mengaku bahwa tudingan tersebut sulit untuk dibuktikan.

“Kami harus akui mencari bukti praktik politik uang ini bukanlah hal yang mudah. Tapi marilah kita jujur mengakui bahwa praktik-praktik kotor ini memang terjadi. Bukan hanya di satu tempat tetapi di banyak tempat,” kata Sandiaga kepada para pendukungnya di Hotel Grand Sahid, Jakarta, dikutip dari Tempo.co (15/5/2019).

Sandiaga merujuk pada kasus tertangkapnya salah seorang anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma’ruf Amin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni politikus Golkar DPR Bowo Sidik Pangarso. Penangkapan tersebut disertai dengan bukti amplop-amplop berisi uang, yang diduga akan digunakan untuk serangan fajar. Pada persidangan, kata Sandiaga amplop tersebut diduga bermuara dari pejabat tinggi pemerintah.

“Ini adalah puncak gunung es politik uang yang kelak mencederai demokrasi kita,” kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Pada persidangan Bowo mengaku menerima uang sejumlah Rp 2 miliar dari Menteri Perdagangan Enggarstio Lukita. Enggar sudah sampaikan bantahannya terlibat dalam perkara ini. Sempat beredar kabar bahwa amplop-amplop tersebut dibubuhi cap jempol, yang saat itu identik dengan kubu Jokowi-Ma’ruf karena kerap berkampanye dengan salam jempol. Namun TKN membantah tudingan tersebut. Kasus itu tidak ada kaitannya dengan Pilpres, dan mereka pun mengaku tak pernah memiliki cap jempol.

“Kami tidak punya stempel (jempol), atau alat peraga kampanye. Salam jempol itu kan untuk kampanye saja," kata Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma’ruf, Usman Kansong pada 3 April 2019.

Berdasarkan lansiran >Tempo, seusai Bowo Sidik diperiksa pada Jumat, 5 April 2019, ia sudah membantah bahwa uang tersebut terkait Pilpres. "Untuk Pileg," kata Bowo.

Tak hanya itu, Sandiaga juga menambahkan terdapat kabar dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, masyarakat banyak bercerita soal amplop-amplop politik uang itu. Tudingan Sandiaga, bahkan menyebut politik uang tersebut dikawal oleh aparat pemerintah. "Bahkan aparat keamanan, telah menghancurkan demokrasi kita," imbuhnya.

Sandiaga mengatakan, “Di sana-sini kami mendengar laporan bagaimana kepala desa, dan kepala pemerintahan dipaksa menggerakkan pemerintah untuk memilih paslon tertentu. Dengan ancaman tindakan hukum."

 

 

Source : https://www.winnetnews.com/post/sandiaga-sebut-tkn-lakukan-politik-uang-tapi-sulit-mencari-bukti

428